Showing posts with label passémon. Show all posts
Showing posts with label passémon. Show all posts
Monday, 16 June 2008
Naga Terbang John K.
half a tablet at 8.30 and off we went
to a wooden birdcage
filled with men half-raising whisky glasses to someone elses' faces
so bright !
another half at 10
we can no longer afford to risk lulls
in the eternal search for fun
what about the things we look forward to hate :
the inevitable midnite fashion show on top of squeaky clean bar tables
no amount of make-up can wipe out the frightened smiles on the models'
emaciated faces !
their masks of gay abandon !
turn off the bright lights !
put on leif erikson !
' i am balan
i have come from chennai
to a magical place where dragons fly
(so ive heard) '
i am so sorry to have disappointed you
lets go home and stick our heads in the air-con
yr hands are cold
mine are pins & needles
time for eccy scratch
yr back or mine O GREAT FUN
Labels:
chennai,
dragonfly,
e,
gloryvainous,
interpol,
johnk,
passémon,
roarrr,
vainglorious
Tuesday, 10 June 2008
raumanen wasnt as good as
badai pasti berlalu, tapi kapan ?
sedan impala merah muda, memadu kasih di kapnya
vespa lambretta lambret segala
kancing copot dari dadamu, boleh kusimpan ?
malammalamjakartabanyakjinnya
gloriajeansdiblokmmalbeneranjualjinsgaya
Labels:
blokm,
gloriajeans,
impala,
jakarta,
lambretta,
margat,
mariannekatoppo,
noqualitycontrol,
ode,
passémon,
raumanen,
rendra,
vespa
Wednesday, 28 May 2008
Pembacaan terlalu dekat
PERENANG BUTA
oleh Nirwan Dewanto (ie, God #2)
Sepuluh atau seribu depa
ke depan sana, terang semata.
Dan arus yang membimbingnya
seperti sobekan pada jubah
tanjung yang dicurinya.
Tak beda ubur-ubur atau dara
mendekat ke punggungnya
yang tumbuh sekaligus memar
oleh kuas gerimis akhir Mei.
Ia seperti hendak kembali
ke arah teluk, di mana putih layar
pastilah iri pada bola matanya.
Tapi ia hanya berhenti, berhenti
di tengah, di mana rambutnya
bubar seperti ganggang biru
atau gelap seperti akar benalu
sehingga betapa mercusuar itu
ragu-ragu memandangnya.
(2007)
dari Nirwan Dewanto, Jantung Lebah Ratu, Gramedia Pustaka Utama, 2008, hlm. 3.
PERENANG BUTA TULI
oleh Pembaca Separuh Buta Separuh Cumi-cumi
seseorang berkaca mata hitam cutler and gross berdiri ragu-ragu di tepi pantai. memandang ke arah cakrawala sana. kulitnya coklat, agak bersisik. tanda dia sering berjemur di tepi pantai, dan suka malas memakai tabir surya. spf 15+ minimum, kata iklan slip slop slap dari departemen kesehatan. tapi dia mungkin tidak pernah melihatnya. dia hanya mengenakan speedo budgie. warna coklat juga. ketat betul seperti dia tidak peduli biji2 peler delimanya akan lenyap terdorong sampai ke lambung. pahanya gempal, tak begitu tinggi, tipikal orang jawa. tapi rambutnya panjang dan dibiarkan tergerai, agak2 pirang karena keliatannya jarang dikeramas dan sering dibiarkan kering saja setelah berenang di laut. kalau kamera didekatkan, keliatan butir2 garam di antara rambut2 yang bau matahari. jangan terlalu dekat. (kamera kok bisa membaui?) kalau kamera menjauh, ia kelihatan seperti orc, tapi agak kerdil. mungkin sauroman tak sabar menariknya dari kauldron pembibitannya. terjunlah ia ke laut, berenang ke arah cakrawala. hari sudah sore, orang2 berpikir, mungkin ia tergoda oleh langit merah muda di kejauhan sana. kaca mata hitam tetap dipakainya. entah bagaimana tidak lepas kena ombak. gaya renangnya aneh, tangan gaya dada, kaki gaya bebas. tipikal gaya otodidak anak2 jawa yang belajar renang di kali. kecepatannya lambat, walau arus laut sore menolongnya menjauhi pantai. mungkin sepuluh depa per menit. tapi ia tidak kelihatan tergesa-gesa. sampai di mulut tanjung bondi itu, ia menubruk sesuatu di laut. dikiranya ganggang, tapi ternyata jubah pesulap! macam yang dikenakan eddie izzard di klip for the benefit of mr. kite, there will be a show tonite! di across the universe. on trampoline! hitam dengan bordiran berbentuk bulan sabit, purnama dan bintang beraneka ukuran tapi semuanya berwarna emas. ia berhenti berenang sebentar, doggie paddle dengan ahlinya, dan dikenakannya jubah itu. tak lupa topi runcingnya yang menempel di jubah itu seperti hoodie. dan ia berenang lagi. putri duyung dan ubur2 yg banyak tinggal di ujung tanjung itu terpesona. siapakah penyihir jawa berkaca mata bertopi runcing berambut panjang tergerai seperti ganggang yang berenang tenang ke arah matahari terbenam ini? mereka berenang mendekatinya, mengerubunginya seperti groupies. beberapa ubur2 itu ada yg menempel di punggungnya yang sekarang tidak lagi telanjang. dari kejauhan, tapi tak terlalu jauh, ia kelihatan seperti punya punuk transparan. putri duyung itu mulai bernyanyi, menggodanya, mula2 lagu d'masiv yg sedang hit gila itu, 'kau hancurkan aku dengan sikapmuuu, lelah hati ini meyakinkanmuuu, cinta iniiiii ... (teruskan sendiri).' tapi si penyihir jawa berkaca mata bertopi runcing berambut panjang tergerai seperti ganggang yang berenang tenang ke arah matahari terbenam tidak meneruskan korus itu. ia seperti tidak mendengar apa2. tidak melihat apa2. tidak merasa apa2. apakah telinganya disumpal brokoli? kelihatannya tidak. ia acuh tak acuh memang tak acuh. putri2 duyung tak meneruskan nyanyian. menanggalkan beha batok kelapa mereka hanya. menggoyang2kan susu mereka merah muda di depan muka si penyihir jawa berkaca mata bertopi runcing berambut panjang tergerai seperti ganggang yang berenang tenang ke arah matahari terbenam hanya. tak ada guna hanya. sekarang awal juni, dan seperti di akhir mei, gerimis turun seperti selimut sutra dari langit yang tak begitu berawan2 amat. kali ini, si penyihir jawa berkaca mata bertopi runcing berambut panjang tergerai seperti ganggang yang berenang tenang ke arah matahari terbenam merasakannya. gerimis itu. padahal tubuhnya sudah terbungkus jubah yg tebal panjang sampai ke tungkai dan dilengkapi hoodie topi runcing itu. mungkin ia hanya ingin berhenti saja. karena ia berhenti. doggie paddle lagi. sekarang ia bisa merasakan gerimis itu jatuh ke mukanya. tawar, di bibirnya yg asin. setelah beberapa lama menengadah ke langit, gerimis membuat bunyi cetak cetok di lensa kacamata cutler and gross yang tahun lalu dibelinya di london, di soho, ia mulai berenang lagi. tapi ia berubah arah! ke arah teluk di sebelah kanan agak mundur, menjauhi matahari! atau anda lebih suka matari? make up yr mind, quick! ya, ia berenang menjauhi matari (im being kind, i know), ke arah teluk yang airnya telah lenyap tertutup beribu2 kapal pesiar pinisi. layar putih mereka tetap terbentang walau mereka diam saja. mungkin macet. traffic is bad in this bay. where is the face that launched these thousand cruise-ships? si penyihir jawa berkaca mata bertopi runcing berambut panjang tergerai seperti ganggang yang berenang tenang ke arah matahari terbenam berenang terus ke arah pinisi2 itu, walau kelihatannya ia juga tidak sadar mereka ada di sana. semacam insting saja yg menuntunnya ke sana. insting seperti bunyi gong. hanya ia bisa merasakan, air laut semakin hangat, beberapa tetes yg masuk ke tenggorokannya mulai terasa aneh, seperti wine, seperti indomie rasa kari ayam, seperti taik. ia harus berhenti. ia berhenti. dari teluk, ia kelihatan seperti berhenti di cakrawala. kali ini ia tak susah2 ber-doggie paddle lagi. ia copot hoodie topi runcingnya, jubah yg berat itu sekalian—seekor kelinci mati lepas dari kantongnya—bahkan kacamatanya. ia lemparkan saja kacamata cutler and gross berharga 300 squid itu ke angkasa yg kelam. sinar mercu suar mulai berkeliling di sekitarnya, walau ia tidak bisa melihatnya. ia juga tidak bisa melihat, mata gelasnya yg putih bagai susu perempuan berambut merah, lebih putih dari layar pinisi yg kotor ternoda taik camar, lebih putih dari jantung lebah ratu. mata gelas putih susu itu menatap nanar ke arah pinisi2 yg angkuh, turun pelan-pelan, ia mulai tenggelam. ia tidak melawan. dengan khidmat ditutupnya mata gelasnya putih susu waktu mulai terbenam di air laut yg bacin bau taik. rambutnya yg panjang tergerai bubar di permukaan laut seperti ganggang, atau akar benalu, atau, di mata penjaga mercu suar di pucuk tanjung di belakangnya, seperti tentakel-tentakel raksasa monster air yang sudah 74 tahun terakhir ini dicari-carinya. hanya.
perenang wuto
oleh rancari
seperti akan kembali menuju teluk
ia diam dengan rambut menyerabut legam.
entah berapa kayuh lagi, mercusuar benderang menatap mangu.
dan hanyalah segumpal memar di punggung dari mainan ubur-ubur atau dara yang mendekat dengan arus memeluk rapat bersaing ketat dengan jubah tanjung yang dicurinya.
dan pemilik mata seputih layar itu terhenti
dengan saksi
gerimis akhir mei.
Labels:
acrosstheuniverse,
anggorogunawan,
bondi,
cutlerandgross,
dmasiv,
eddieizzard,
helen,
indomie,
jawa,
london,
mardio,
nirwandewanto,
ode,
passémon,
pinisi,
rancari,
soho,
spf15
Tuesday, 27 May 2008
kau dan aku selalu / baks duls selamanya*
dulu semua tergantung pada
jari-jari yang tenang melin-
ting papier yang katamu
lucu seperti kulit kentang dan
angin yang bersahabat
pada tembakau yang ruwet
seperti pubic hair pacarmu
yang bulan depan datang dari
brighton, kota pelesiran, 3
hours on the tube. itu kalau
ingatanku tak salah, katamu
sambil mengecap bibir yang
tak sabar. tentang brighton,
jauhnya dari london, atau
jadwal kedatangannya? tan-
ya udara di puncak gedung
femina. di sini, saat ini, jang-
an tanya apa-apa lagi. aku tahu,
kita hanya berdiri di pinggir
kuningan, tapi rasanya seperti
on top of the world! aku ulur-
kan tanganku, kubelai se-
mangka yang mulai berair di
matamu,** karena aku setuju
yang kurang sekarang hanya pa-
rasol yang tak akan menyembunyi-
kan melankoli buah-buahan di kafe-
teria tempat kita nanti makan siang.
*pernah pula di-post di rubrik Event blog ini dan dibacakan di acara Poetry Attack Prambors Rasisoniananana
**semangka berair ini dicuri dari Afrizal Malna, 'Menanam Karen di Tengah Hujan', dalam Seperti Sebuah Novel Yang Malas Mengisahkan Manusia, IndonesiaTera, 2003, hlm. 46.
Labels:
afrizalmalna,
brighton,
cimski,
femina,
london,
passémon,
poetryattack,
prambors,
sadgreatness,
thetube
Ithaka di Kepalanya
jadi mungkin odysseus akan lebih menikmati perjalanannya
kalau dia tidak terlalu terburu-buru harus segera sampai ithaka,
are we there
yet are we
there yet
are we
there
yet!
no, polutlas odysseus, nikmati saja pemandangannya, nak.
tuh, globe trekker masih memerlukan satu host lagi,
banyak penonton ingin tahu di mana membeli kacamata hitam polyphemos yang berlensa satu.
anggap saja laistrygones itu semacam shrek yang didubbing oleh kumbakarna,
memang mengerikan tampangnya, tapi kata orang hati mereka terbuat dari kapas.
fierce poseidon? yah, dia pasti marah anaknya kau bikin buta, jadi minta maaf saja, bilang
2897 tahun lagi namanya akan diabadikan dalam sebuah film hollywood
tentang kapal yang karam sebelum waktunya.
see if he doesn't cry like the little baby he is.
lagian, achilles dapat bantuan zeus terus-menerus, kenapa kau tidak,
toh dia hanya adiknya, dijewer juga pasti leleh trisulanya.
cyclops? yayaya. bilang kau yang bikin buta pemimpinnya,
apa kalian mau telinga kalian kubikin jadi satu semua juga?
hahaha. jangan terlalu banyak tertawa.
mampirlah sekalian ke fiji, seram, sri lanka (raksasa di sana bisa terbang, namanya rahwana),
jangan lupa mampir ke patpong, sucky sucky long time,
tapi jangan lama-lama, nanti kau ketinggalan pesawat
ke angkor wat.
nongkronglah sejenak di pinggir toba,
bagi cerita tentang hampir saja dikorbankan untuk dewa-dewa
dengan kerah putih ingwer ludwig dan raja-raja megalitik.
naik bus trans-sumatra sampai terminal rawamangun,
panjat helipad sahid,
di situ bakslah dengan selints cims dan anker kaleng,
undang saut, dia suka yang beginian, juga nono anwar,
tanya, kenapa dulu dia memutuskan tidak menyastra saja,
bilang kau masih menyimpan eseinya tentang cavafy
di budaja djaja oktober 1972,
sebelum dia pergi untuk ber-LLBitch dan lalala.
tanya, kalau begitu, apakah seluruh hidupnya jadi seperti menunggu ithaka datang kepadanya?
miringkan kupingmu untuk mendengar poluphloisboio yang muncrat dari mulutnya. pulang?
buat apa? put the fun back in your nostoi.
ithaka?
jez leave it to the suitors, la.
Labels:
achilles,
cyclops,
fiji,
globetrekker,
hollywood,
ithaka,
kumbakarna,
laistrygones,
ode,
odysseus,
passémon,
patpong,
polutlasodysseus,
polyphemos,
poseidon,
rahwana,
seram,
shrek,
srilanka,
zeus
Monday, 26 May 2008
EXIT NEMO
ajalkah itu kusapa di figurentheater ?
ophelia bergaun kafan
gertrude sembab
dan h. menusuk pisau lipat
ke perut malam
HIDUPLAH !
sepotong tulang kering
tiga tengkorak
dan otot berupa tambang
jatuh dari panggung hitam
melayang di Yamuna
di samping keledai Tom Waits
dan sepotong plang :
FIRE EXIT
Keep Clear
cahaya terang-benderang
di antara tangan
penonton bertepuk kencang.
Labels:
gertrude,
hamlet,
julesverne,
macaroni,
ode,
ophelia,
passémon,
tomwaits,
tuk,
wildevogel,
yamuna
life in pastiche, its fantastisch ! #1
DONALD BARTHELME
ONE
STORY
MS D NAKOVA’s milk-white Russian cheek blushed red broken maps of Australia everytime she took me to bed. The sandstone walls of her basement apartment coughed up dust and the red flush moved to the tip of her hooked nose, transported by the IGA brand tissues she wiped her allergy-borne mucus with. She read until she fell asleep, or until her nose ran two unstoppable lines of salty water and then she could not stand it anymore. She would turn off the naked bulb of her reading lamp, blow her nose in a final, violent hmmmpf! and put on her silk SARS mask to go to bed.
MS D NAKOVA liked my stories; she would wake up at six, listen to the trap-trap-ing of horses and carts training for the afternoon races at the hard sand track next to her house and then she would read some more. She liked Conversations With Goethe and The Genius, my sillier stories, because they made her laugh and forget about her runny nose. But after three days she decided a funny man would not make her happy.
On the night of the third day MS D NAKOVA came home at two o’clock, giggling and smelling of sweet vodka drink. She introduced me to MR M JOHANI, a brown man with a foot-high Elvis quiff on his square head. He said it was really a Morrissey hair and told MS D NAKOVA that he too had read, and liked, Conversations With Goethe. He said this after running his eyes quickly up and down my Contents page when MS D NAKOVA went to the bathroom and he saw the faint Nike swoosh of pencil tick next to the title. MS D NAKOVA was pleased; she told MR M JOHANI how she liked boys who read and how cute he was with his Morrissey quiff and do you want to go to bed now.
In the morning MS D NAKOVA made weak white tea for herself and strong black tea with no sugar for her new lover. They sat in bed under the naked bulb and drank from MS D NAKOVA’s mismatched Target teacups. They read Conversations With Goethe together, he making up bad German accent for the direct quotes and she covering her nose and mouth with the fluffy edge of her Bonds pillow when she laughed. “You’re funny,” she said.
I knew by the morning’s end MS D NAKOVA would no longer want me in the house. That was five hours ago. Now I am standing with my back to to the world and MS D NAKOVA’s Adult Self-Check Receipt hidden inside the accidental pocket of my front sleeve. It says DUE DATE: 05/03/2001 in red ink. The electronic calendar on the wall says 5 MAR in big black letters. She had never done this before. I was returned on time.
Wednesday, 14 May 2008
One does progress through metaphors*
The sun like a gong
The gong scything the memory of yr dreams
Your dreams contained within an umbrella
The umbrella opens its stem of roses
Roses are Fred, violets are Drew
Drew with the Indians, won against the Red Sox
The Red Sox of yr concupiscence
Concupiscent as a plum blossom
A plum blossom parachuting in the East Wind
The East Wind hot as a eunuch's breath
The breath as an instrument of meaning
Meaning like a drop shot into the net
The net of yr existence
Existence as non-existence
Non existent as the palm at the end of the mind
The mind garrots through a delta, not the Irrawaddy
The Irrawaddy of a peace accord
Accord me the recognition as befits me, a neck of state
A state bordering on madness
Madness like a sewing machine
A sewing machine : the way you look at me
The way you look at me = a slab of granite
Granite, the infinity of yr grit
The grit of the mill
The mill of the floss
The FLOSS of yr heart
The heart as a factory
The factory pumping blood into the eddy
The eddy runs into the ocean
My ocean runs in yr eddy
Eddy Merckx of politics
Politics as vol de nuit
Le vol de nuit of Hitlers ambition
The ambition knifing into you
You like me
*'There is no such thing as a metaphor of a metaphor. One does not progress through metaphors.' - Wallace Stevens, From the Notebooks.
Labels:
eddymerckx,
eunuchs,
floss,
gold,
hitler,
indians,
irrawaddy,
lautréamont,
metaphors,
ode,
passémon,
theeastwind,
theredsox,
voldenuit,
wallacestevens
Sunday, 4 May 2008
'buka g-stringmu aisyah, calon suamimu berhak tahu rupa labiamu,' etc
Waktu adalah twhirl, cintaku, dan spaz adalah gaung
Waktu adalah mesin hitung, cintaku, dan kalkulator adalah raung
Waktu adalah mesin hitung, cintaku, dan kalkulator adalah ruang
Saya Cemaskan Sepotong Lumpur, Rodin, aidez-moi!
Variasi untuk Sebuah Lagu pada Kaset Greatest Hits Duran-Duran-ku
Di Kota Itu, Kata Orang, Gerimis Telah Jadi Logam, Masa Sih?
Ia Meminum Kopinya, dan Meletakkan Telapak Tangannya, Goddamn! Thats Hot!
Barangkali Telah Kuseka Namamu, Tulis Lagi Dong Pake Snowman Permanent Marker
Di Beranda Ini Angin Tak Kedengaran Lagi, Ya Lepas Dong Headphones-mu Oom!
Dari Jendela Bar Saya Lihat Hujan Ikut Hingar, Menari Nari Diiringi Interpol dan GWAR
Misalkan Kita di Sarajevo, Lo Aja Gih Sana
*membutakan babi dengan bantuan twitter, twhirl, lg kg300 (agnes monica je t'aime !), dan tuhan
Labels:
agnesmonica,
ayatayatcinta,
duranduran,
goenawanmohamad,
gwar,
interpol,
lgkg300,
ode,
passémon,
roarrr,
rodin,
sarajevo,
snowman,
spaz,
twhirl,
twitter
seorang teman menasihati sebaiknya aku berhenti minum-minum*
mei yao ch'en
waktu aku muda aku suka sekali minum
anggur. tak ada yang mengeluh aku suka
mabuk-mabukan. sekarang aku sudah tua,
gigiku, rambutku tinggal beberapa biji saja.
aku tetap senang minum-minum, tapi
tak mampu lagi sesering dulu. sekarang
setiap kali minum, perutku sakit. terus
apa gunanya. sekarang begitu aku
mabuk, kepalaku langsung jatuh tertunduk.
tembok berkeliling berputar-putar. aku ingin
senang-senang, tapi akhirnya hanya jatuh sakit. bukan
beginilah caranya merawat kesehatan. mungkin
sebaiknya aku berhenti minum sama sekali. aku
takut orang akan tertawa mendengar aku bertekad
begitu. tetap saja kau bilang ya, ayo lakukan, kau
pasti bisa. sama sekali tak ada yang bisa dinikmati
dari lambung yang terasa asam, dan mulut yang bau.
aku tahu aku harus berhenti minum-minum sekarang. kalau
tidak sekarang, entah apa yang akan terjadi pada diriku
*diperkosa oleh mikael johani dari versi ken rexroth (cie, sok akrab), 'a friend advises me to stop drinking', di one hundred poems from the chinese, new directions, 1971, hlm. 48.
Tuesday, 29 April 2008
War Cry
I have left you for aeons
I have left you for the comfort of love
I have left you for a three-year guarantee of happiness
I have left you
I will try to get you back
by the river bend bursting with melati fronds.
I will get you back
before the boatman calls.
I will get you
There will be no grievance from me
No old socks soaked with dew
No staring at the clear moon
No more crystal curtains
No
Not from me
This time I mean it
Yes, sirree.
I will not let death's dream kingdom
get me in my sleep.
I will not let it get me
on the prow of my black ship.
Not I
Sage Advice
'If you don't wanna die
when you get to Marathon,
don't run.'
how to get the krispy kreme of the krop in yr life to rise to the top
BOXING & COOLING <------- GLAZING -------> FUCKING
<------- FLIPPING <------- COOKING <------- PROOFING
<------- MIXING & EXTRUDING ------->
Sunday, 27 April 2008
hapi a i u hu api ai ye hapi a i u hu aaah*
sometimes the feeling is right
untuk ditusuk dengan supit bambu
you fall in love for the first time
sendiri dengan bayanganmu
not for the first time
wake up now (wake up now)
im not your lollipop
hanky panky
* bpm: 120 (minimum)
All that he wants (I saw the sign) (Sendiri di rumah) It's a beautiful lie o ooo o ooo (He lives a lonely life)
seperti efek rumah kaca dan bunda vina aku pun suka desember ceria
penuh mistletoe, santa, dan gadis berhotpants leha-leha di plasenta
walaupun erk lebih suka dengan plangi yang setya menunggu hujan reda
walaupun mungkin juga kan, hujan yang setya pada plangi, selalu turun supaya dia ada
sementara vina, sudahlah siapa yang tahu ada apa di balik rambut sasak wanita gila itu
kring kring kring sepeda kumbang, burung camar, surat cintanya yang pertama?
mana aku tahu aku bukan wartawan silét padahal itu kan salah aksennya karena aigu
harusnya dibaca jadi silit yang dalam bahasa jawa artinya dubur gimana sih mr. editor
tapi mungkin juga dia penganut ejaan suwandi, ja sudah betul djuga kalau begitu
kalau buatku sih desember bulan gahar saat jalan-jalan jakarta berubah jadi kaca
dan hidupku terpeleset menggelincir dari bar ke bar sampai di sekitar sarinah thamrin
kaca itu berubah jadi es dan pecah dan aku tenggelam pas di bawah pantat brondong-brondong oh la la
Tuesday, 22 April 2008
isa&digweed (kepada happy hardcore sejati)
itu Tubuh
basian parah
basian parah
subuh subuh
parah
mendampar tanya: setengki salah?
Labels:
e,
happyhardcore,
isa,
jesus,
ode,
passémon,
sashadigweed
Wednesday, 16 April 2008
tidak eksperimental tidakeksperimentaltidak eksperi mental
tidak eksperimental
karena tidak percaya diri memang
tidak masuk akal
¿erianillopa itrepes silunem kadit apanek
ke atas
dari bawah
m
i
r
i
n
g
k
i
r
i
i
r
i
n
g
k
i
r
i
r
a
t
a
k
a
n
a
n
monyet lu, gembil!
Tapi kau cuma anjing
Chihuahuahahahahahahahaha
Garis tangan yang luber sampai ke paha
I hate auto-correct
Every sentence should have begun
every sentence should
nothavebe gun
Monday, 24 March 2008
I Wear Black On The Outside, Because Fat Is What I Feel On The Inside
And If These Lines Seem A Little Strange, That's Because You Are
Sunday, 23 March 2008
i wasn't the one who shot down saint-ex, believe me!
i know what i want now. i want to walk the empty streets of a busy city. early evening, orange light. a greenish river moving upstream. i want to go into a comic books store near closing time. the store will be unattended. piles of acme novelty library vols. 45-75 as high as the sky. i will browse thru vol. 47 in the french traduction, about how jimmy corrigan lost his brain stem in a freak batobus accident and now he's the stupidest kid on earth. the stupidest kid on earth in a coma. i will leave the comic books store, 'tis called galacticos, and i will leave the door open. exposed to the recently falling snow. i will walk to the direction of this park i know, since i had been spending to much time there listening to the sun, and i will find a bench, wet with dew and snow, sit down and read a sang ram* in the dark. in the morning (the night i spent sipping wine, red, straight out of the bottle) i will watch the leaves on the nameless (to me) trees turn from yellow to green and i will watch with amazement and nonchalantly a bronze of condorcet grow wings on the spats. morning hermès, i'd greet him, would you like a mcdonald's coffee and a mcmuffin? no, he'd say. get me something from the hotel rimbaud at the rue descartes. and off i'll go, with that morning's copy of le figaro under my left armpit. i will get the petit déjeuner and totally forget about condorcet. then i will go to CBGB's and watch the velvet undergound in its original (trans)formation. nico would still be hot, though she never was. they will jam with neil hagerty and serge gainsbourg will pelt them with his white calf skin repetto zizi hommes. i will feel crap seeing so many talented people on and off stage and i will catch the lastest métro to la flèche d'or and watch an imitation white stripes dressed in blue polkadots. the watered-down beer will cost 10 euros and i will be a millionaire, having just received my heritage money from the flaubert estate and i'll spend the rest of the money on a grand apartment overlooking place victor hugo and i will play petanque with holiday_sendiri on the velvet carpet. we go hungry after 30 minutes and we'll walk down jalan jaksa and look for a cheap soto betawi. there's one but they've run out of the goat's eyes and there's no way we'll eat at an establishment like that. it's not even 5 a.m. not yet. so she says why don't we go to bladok and order an omelette with melting cheese inside instead? sure, that's only a 24-hour non-stop flight on emirates with a quick transit in dubai. let's go. do you wanna get an a/w marni dress at periplus to go? to go with yr dilapidated copy of de nijs/niewenhuys's faded portraits! the frogs were all over batavia early last century. sure, why not, i like losing my head in the clouds. aren't the girls pretty in this sleepy royal javanese town? i'd say majestic if they weren't all wearing sandals made of swallows. ah, you complain too much, life is what you make out of nothing. then i will make nothing out of life haha hoho heehee. let's just go rafting on the brown river and be a couple of smartasses and call it brownwater rafting. you do that. i do that? i do a lot of things but never things that make money, or dust out of reputations. okay then, let's just go burn bridges and watch slamet gundono play wayang with the flames. let's.
*the sequel to lorrie moore's anagrams, by stephen dixon of i. fame.
mountain do
Lucky that my breasts are small and humble
So you don't confuse them with mountains
-Shakira
i like mountains
from a distance
i even like going up them
in a car
but there's nothing i like more
than this
going at 80ks/h
in a modern-day horse-powered cart
blue cloud-covered lawu on my left
the twins merapi merbabu on my right
the sun disappearing in its own rays
the possibilities of climbing
the reality of keeping yr feet on the ground
of never ever having the drive to get anything done
at nowhere near 13,000 thousand feet above sea level
from a distance
i even like going up them
in a car
but there's nothing i like more
than this
going at 80ks/h
in a modern-day horse-powered cart
blue cloud-covered lawu on my left
the twins merapi merbabu on my right
the sun disappearing in its own rays
the possibilities of climbing
the reality of keeping yr feet on the ground
of never ever having the drive to get anything done
at nowhere near 13,000 thousand feet above sea level
Subscribe to:
Posts (Atom)