Showing posts with label rumputeki. Show all posts
Showing posts with label rumputeki. Show all posts
Wednesday, 14 October 2009
Yang fana adalah twitter
Yang fana adalah twitter. Plurk abadi:
memungut hashtag demi hashtag, merangkainya seperti #bunga
sampai pada suatu tweet
kita lupa untuk @siapa.
“Tapi,
yang fana adalah twitter, bukan?”
DM-mu. Plurk abadi.
*merusak sajak mumualoha yang merusak sajak sapardi djoko damono
Sunday, 10 February 2008
sing, memory
tiga baris lirik yg akan saya tulis sebentar lagi di kepala saya selalu saya anggap sebagai baris2 yg ditulis oleh obbie messakh. karena itu saya sering menganggapnya dan sering bilang sama orang lain bahwa saya menganggapnya lirikus terbaik indonesia masa 80-an. dia, bukan ebiet g. ade. (dont i sound old.) tapi sebenarnya saya tidak pernah mendengarkan sama sekali lagunya, saya tidak tahu judulnya, bahkan saya sebenarnya tidak benar2 tahu apakah tiga baris lirik ini memang karangan obbie messakh, atau apakah tiga baris lirik itu bunyinya benar2 seperti itu, atau apakah memang tiga baris, atau dua, lima? atau bagaimana sebenarnya mengeja nama obbie messakh? saya ingat samar2 seorang teman pernah bilang bahwa seorang kritikus sastra, di kepala saya saya ingatnya adi wicaksono tapi saya google namanya ternyata dia sudah mengubah namanya (dasar orang jawa) jadi wicaksono adi, some change!, pernah bilang bahwa obbie messakh (anggap saja utk sementara ejaannya yg benar memang begini) adalah lirikus yg bagus dan dia (adi wicaksono/wicaksono adi) memberikan tiga baris lirik tadi sebagai contohnya. sebenarnya teman saya sih yg memberikan contoh itu. dan menceritakan semua itu. jadi bisa saja sebenarnya semua ini pendapat teman saya hanya dia kurang pede dan menyitir nama adi whateverthefuckyournamelah supaya kedengaran meyakinkan. atau semua ini hanya karangan teman saya dan dia berbohong belaka. mungkin dia gila. mungkin obbie messakh juga tidak pernah ada.
atau mungkin juga saya yg mengarang semuanya, memori ttg teman saya yg bercerita ttg adi fuckwit, yg bercerita ttg obbie messakh, yg menulis tiga baris lirik itu tadi. teman saya itu sendiri. tapi kelihatannya sih tidak. i think i do, still, exist.
ini tiga baris tadi:
'di bawah payung hitam
rambutku dan rambutmu
bersatu dalam diam'
genius! and they might even be real.
atau mungkin juga saya yg mengarang semuanya, memori ttg teman saya yg bercerita ttg adi fuckwit, yg bercerita ttg obbie messakh, yg menulis tiga baris lirik itu tadi. teman saya itu sendiri. tapi kelihatannya sih tidak. i think i do, still, exist.
ini tiga baris tadi:
'di bawah payung hitam
rambutku dan rambutmu
bersatu dalam diam'
genius! and they might even be real.
Saturday, 8 December 2007
Le Mal est simplement la présence de Dieu en soi
the absence of god will bring you comfort, baby
- rilo kiley
distract
the windows
Escape
silver Ford
Hasan
will you
eat the cherry
in your
martini?
i really
really like
like the
cherry
cherry cola
oriflames
in your eyes
lucifer
my maker
half-man
half-soul
meet
thy faker
Later
much
later
babes
in boyland
neckless
mannequins
rosy-eyed
dawn
in bundled
headlines
*in loving memory of freud, derrida, marx and a shrek-y god
Labels:
babesintoyland,
blackuniverse,
chrisknox,
clovique,
derrida,
fordescape,
freud,
god,
hasanapsashoney,
hera,
kamseng,
lucifer,
martini,
marx,
oriflames,
rilokiley,
rumputeki,
shrek,
thetruthaboutjakarta,
violet
Subscribe to:
Posts (Atom)