Showing posts with label rendra. Show all posts
Showing posts with label rendra. Show all posts
Tuesday, 10 June 2008
raumanen wasnt as good as
badai pasti berlalu, tapi kapan ?
sedan impala merah muda, memadu kasih di kapnya
vespa lambretta lambret segala
kancing copot dari dadamu, boleh kusimpan ?
malammalamjakartabanyakjinnya
gloriajeansdiblokmmalbeneranjualjinsgaya
Labels:
blokm,
gloriajeans,
impala,
jakarta,
lambretta,
margat,
mariannekatoppo,
noqualitycontrol,
ode,
passémon,
raumanen,
rendra,
vespa
Sunday, 16 March 2008
ia menulis cerpen seperti danarto
ia menulis cerpen seperti danarto
ia menulis cerpen seperti danarto tapi judulnya seperti rendra
ia menulis cerpen seperti danarto tapi judulnya seperti rendra dan pendek seperti lydia davis
ia menulis cerpen seperti danarto tapi judulnya seperti rendra dan pendek seperti lydia davis tapi realis-marxis seperti gorki
ia menulis cerpen seperti danarto tapi judulnya seperti rendra dan pendek seperti lydia davis tapi realis-marxis seperti gorki dan sentimentil seperti nh. dini
ia menulis cerpen seperti danarto tapi judulnya seperti rendra dan pendek seperti lydia davis tapi realis-marxis seperti gorki dan sentimentil seperti nh. dini tapi tetap avant-garde seperti stephen dixon
ia menulis cerpen seperti danarto tapi judulnya seperti rendra dan pendek seperti lydia davis tapi realis-marxis seperti gorki dan sentimentil seperti nh. dini tapi tetap avant-garde seperti stephen dixon dan lucu seperti lorrie moore
ia menulis cerpen seperti danarto tapi judulnya seperti rendra dan pendek seperti lydia davis tapi realis-marxis seperti gorki dan sentimentil seperti nh. dini tapi tetap avant-garde seperti stephen dixon dan lucu seperti lorrie moore tapi juga liris seperti william t. vollmann
ia menulis cerpen seperti danarto tapi judulnya seperti rendra dan pendek seperti lydia davis tapi realis-marxis seperti gorki dan sentimentil seperti nh. dini tapi tetap avant-garde seperti stephen dixon dan lucu seperti lorrie moore tapi juga liris seperti william t. vollmann dan menohok seperti pram
ia menulis cerpen seperti danarto tapi judulnya seperti rendra dan pendek seperti lydia davis tapi realis-marxis seperti gorki dan sentimentil seperti nh. dini tapi tetap avant-garde seperti stephen dixon dan lucu seperti lorrie moore tapi juga liris seperti william t. vollmann dan menohok seperti pram dan fantastis seperti gogol
ia menulis cerpen seperti danarto tapi judulnya seperti rendra dan pendek seperti lydia davis tapi realis-marxis seperti gorki dan sentimentil seperti nh. dini tapi tetap avant-garde seperti stephen dixon dan lucu seperti lorrie moore tapi juga liris seperti william t. vollmann dan menohok seperti pram dan fantastis seperti gogol tapi gagal
Labels:
danarto,
gagal,
gogol,
gold,
lorriemoore,
lydiadavis,
maximgorki,
nhdini,
pastiche,
pram,
rendra,
stephendixon,
williamtvollmann
Monday, 3 December 2007
Verse, verse, no chorus, middle-eighth break (reprise)
du du du
du du
du du
du du
du du
du du
du du
du du
semakin lama semakin susah menemuimu
di antara segala macam hiper-keisengan kota ini
bayangkan beratnya menahan godaan
memesan mozza whopper dan curly cries
bayangkan susahnya tidak mencari-cari kelucuan
pada baliho the kingdom dengan jennifer garner yang kelihatan seperti edward said
mmm-a-l is this too personal?
duluakuseringmelihatmudisepanjangjalancikiniraya
dengan pisau di pinggang dan frank o'hara
—lunch poems, edisi city lights
menyembul di kantong belakang celana khaki gombrongmu
kadang-kadang kau lemparkan pisau itu ke tengah jalan
dan ujungnya akan mencungkil sebongkah aspal
kadangkadangkadangkadangkadangkadangkal
-a kau coba paksakan membeli hotdog dan coklat malt
bersama hantu maïakovski dan segumpal awan di celana dalam
-mu
du
du du
du du
du du
du du
du du
du du
du du
du du
this poem could be about you
this p-p-p-
oem
could be about
who
aku hanya bisa bergantung pada sekali-sekali
tersesat di sebuah restoran ye olde
di dalam ruangan famili yang kosong melompong
melihat ke pojok, dan:
kursi kayu tua berpunggung rotan
koyak-moyak
(seperti sebuah set film hantu
yang benar-benar dihantui
dan ditinggal (mati) semua kru)
kau meringkuk di atas kursi itu
mengambil ancang-ancang
menerkamku!
mmm-a-l
is this
too
phanta
smal?
du du
du du
du du
du du
du du
du du
du du
semakin lama semakin susah menemuimu
di antara segala macam hiper-keisengan kota ini
bayangkan beratnya menahan godaan
memesan mozza whopper dan curly cries
bayangkan susahnya tidak mencari-cari kelucuan
pada baliho the kingdom dengan jennifer garner yang kelihatan seperti edward said
mmm-a-l is this too personal?
duluakuseringmelihatmudisepanjangjalancikiniraya
dengan pisau di pinggang dan frank o'hara
—lunch poems, edisi city lights
menyembul di kantong belakang celana khaki gombrongmu
kadang-kadang kau lemparkan pisau itu ke tengah jalan
dan ujungnya akan mencungkil sebongkah aspal
kadangkadangkadangkadangkadangkadangkal
-a kau coba paksakan membeli hotdog dan coklat malt
bersama hantu maïakovski dan segumpal awan di celana dalam
-mu
du
du du
du du
du du
du du
du du
du du
du du
du du
this poem could be about you
this p-p-p-
oem
could be about
who
aku hanya bisa bergantung pada sekali-sekali
tersesat di sebuah restoran ye olde
di dalam ruangan famili yang kosong melompong
melihat ke pojok, dan:
kursi kayu tua berpunggung rotan
koyak-moyak
(seperti sebuah set film hantu
yang benar-benar dihantui
dan ditinggal (mati) semua kru)
kau meringkuk di atas kursi itu
mengambil ancang-ancang
menerkamku!
mmm-a-l
is this
too
phanta
smal?
Labels:
artcurio,
aw,
burgerking,
chairs,
cikiniraya,
citylights,
edwardsaid,
frankohara,
jennifergardner,
lawrenceferlinghetti,
maïakovski,
morrissey,
mozza,
rendra,
thedears,
thekingdom,
thesafari,
violet,
whopper
Subscribe to:
Posts (Atom)